Minggu, 29 Januari 2017
Sabtu, 12 November 2016
PROPOLIS NANO TEKNOLOGI
Kandungan
Setiap botol
Rhizoma Brazilian Propolis with Nano Technologi mengandung 6 ml. Brazilian
Green Propolis cair yang diolah dengan Teknologi Nano.
Brazilian
Green Propolis
Propolis
atau Lem Lebah adalah zat yang dihasilkan lebah madu, berupa air liur lebah
bercampur dengan getah-getah dari pepohonan dan pucuk daun muda. yang berfungsi
melindungi sarang lebah dari dingin, panas, kelembaban dan angin, serta untuk
mensterilkan sarang lebah dari kontaminasi virus, bakteri dan jamur.
|
Propolis di atas suhu kamar (200 celcius) |
Propolis di bawah suhu kamar (200 celcius) |
|
Warna propolis bervariasi tergantung pada sumber
botaninya, kebanyakan berwarna coklat gelap. Propolis lengket pada suhu kamar
(200 Celsius) ke atas, dan menjadi keras serta rapuh pada suhu
yang lebih rendah dari itu.
Propolis berpotensi untuk dijadikan sebagai
antimikroba alami maupun sebagai suplemen vitamin dan mineral tertentu yang
mengkatalisis metabolisme. Propolis diduga berperan memelihara kesehatan,
memperbaiki metabolisme dalam tubuh dan memacu pertumbuhan. ml.scribd.com/doc/
75178947/MAKALAH-propolis
|
Dari
berbagai wilayah penghasil propolis di seluruh dunia, Brazil dianggap sebagai
penghasil propolis terbaik di dunia karena sejumlah hal berikut:
- Habitat tempat hidup lebah di Brazil masih alami (dilindungi oleh pemerintah setempat) serta memiliki iklim yang bagus,
- Wilayah Brazil banyak ditumbuhi tanaman Bacharis Dracunculifolia dan Dalbergia sp (dengan kandungan Bioflavonoids tinggi) yang menjadi sumber makanan utama lebah disana dan menghasilkan propolis hijau serta merah yang terbukti secara ilmiah memiliki kandungan bioflavonoid yang tinggi pula.
- Dihasilkan oleh jenis lebah madu Afrikanisasi (Africanized honey bees/AHBs), jenis lebah madu yang paling produktif namun memiliki sistem imun yang lemah, sehingga terkondisi harus menghasilkan propolis yang kuat agar terlindungi dari infeksi virus, bakteri, jamur dan lain sebagainya. http://propolis4life.wordpress.com/jenis-propolis/
Propolis
hijau dari Brazil (Brazilian Green Propolis) kaya akan kelompok antioksidan
yang disebut Flavanoid. Flavonoid sangat kuat dalam menetralisir radikal bebas
dan mendukung sistem kekebalan tubuh (immune system) alami manusia pada tingkat
seluler, dan membantu regenerasi sel. Di samping itu, Brazilian Green Proplis
juga mengandung Asam Fenol penting yang disebut Artepilin C. http://www.propolis400.com/
Brazilian
green propolis juga mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin B1,B2,B6,C dan
E, juga sejumlah mineral seperti Mg, Ca, I, K, Na, Cu, Zn dan Fe, serta
beberapa asam lemak. http://www.apinetla.com.ar/congreso/c05.pdf
Propolis
memiliki nilai ORAC yang tinggi jika dibanding dengan sumber bahan makanan
lain. Hal ini menunjukkan bahwa antioksidan dalam propolis memiliki efektifitas
yang tinggi dalam melawan radikal bebas yang memicu beragam penyakit
degeneratif seperti kanker.
Efek
Biologis Brazilian Green Propolis
Propolis
telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Studi laboratorium
menunjukkan bahwa propolis memiliki efek antitumor. Salep yang terbuat dari propolis
mampu menyembuhkan herpes. Selain itu, propolis juga digunakan untuk
meningkatkan system kekebalan tubuh dan flavonoid dalam propolis berfungsi
sebagai antioksidan. Propolis bahkan mungkin memainkan peran dalam pencegahan
ulkus lambung. http://www.raysahelian.com/propolis.html
Sebuah
penelitian telah menyelidiki adanya efek sinergis yang mungkin antara ekstrak
etanol propolis dengan beberapa antibiotik (amoksisilin, ampisilin, dan
cefaleksin) terhadap S. Thypii. http://www.scielo.br/pdf/bjm/v37n2/arq02.pdf
Efek
Flavanoid Bagi Kesehatan Manusia
Distribusi
flavonoid sangat luas, dan toksisitasnya relatif sangat kecil. Banyak hewan
termasuk manusia menelan flavonoid dalam jumlah yang signifikan dalam makanan
mereka. Penelitian in vitro menunjukkan bahwa flavonoid juga dapat bersifat
sebagai antialergi, antiinflamasi, antimikroba, antikanker dan antidiare. http://en.wikipedia.org/wiki/Flavonoid
Efek
Artepillin C Bagi Kesehatan Manusia
Artepillin C
[[3-{4-hydroxy-3,5-di(3-methyl-2-butenyl)phenyl}-2 (E)-propenoic acid] adalah
senyawa fenolik yang diisolasi dari brazilian propolis. Lebah mengumpulkan
eksudat dari Bacharis dracunculifolia untuk menghasilkan propolis hijau, yang
berisi Aterpillin C dalam jumlah yang besar .
Arterpillin C memiliki peran sebagai antimikroba, antitumor, apoptosis inductor dan juga sebagai immunomodulator. Artepillin C sangat aktif dalam menghambat pertumbuhan sel tum
Arterpillin C memiliki peran sebagai antimikroba, antitumor, apoptosis inductor dan juga sebagai immunomodulator. Artepillin C sangat aktif dalam menghambat pertumbuhan sel tum
